Pasek Bendega Dalem Samanjaya.
Pasek Bendega Dalem Samanjaya.
Di tengah khazanah warisan tulisan Bali, nama I Pasek Bendega Dalem Samanjaya tercatat dengan jelas dalam sejumlah naskah kuno yang menjadi pegangan sejarah sekaligus identitas keturunannya. Salah satu sumber utamanya adalah Pamancangah Pasek Bendega, sebuah naskah khusus yang memuat secara lengkap asal-usul, silsilah, gelar lengkap beliau, serta tugas yang diemban untuk menjaga wilayah perairan, pesisir, hingga Danau Batur, beserta catatan penyebaran keturunannya ke berbagai tempat.
Kisah ini juga tercantum dalam Babad Pasek, yang dalam berbagai versinya menyebutkan bahwa beliau merupakan salah satu putra atau keturunan Raja Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan dari Kerajaan Gelgel, di mana diceritakan pemberian gelar sekaligus penunjukan wilayah pengelolaan perairan yang dipercayakan kepadanya. Peran soroh Bendega dalam menjaga kesucian perairan dan pelaksanaan upacara juga tercatat dalam Rajapurana Pura Ulun Danu Batur, yang menempatkan mereka sebagai krama yang bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan bhakti prani serta berbagai ritual maritim di Danau Batur.
Selain itu, Babad Gelgel maupun Pamancangah Dalem Kepakisan turut mencatat peristiwa pemberian anugerah gelar Dalem Samanjaya dan pengutusan beliau untuk mengelola wilayah perairan di seluruh Bali. Naskah-naskah ini tersimpan di berbagai tempat, mulai dari koleksi Gedong Kirtya di Singaraja, perpustakaan milik desa adat, hingga peninggalan yang dijaga secara turun-temurun oleh keluarga-keluarga soroh Bendega sendiri. Sebagian salinannya pun dapat ditemukan di dalam Pamancangah Desa Adat yang berada di wilayah pesisir maupun sekitar Danau Batur, menjadi bukti bahwa warisan ini tetap hidup dan diingat hingga masa kini.
Komentar