Bab 19 Jejak Gemilang Dalem Sagening.

Bab 19 Jejak Gemilang Dalem Sagening.

Dalam sejarah panjang kejayaan Kerajaan Gelgel di Bali, masa pemerintahan Dalem Sagening  tercatat sebagai salah satu periode paling gemilang dan stabil. Beliau adalah raja ke-6 yang memimpin wangsa Kepakisan, naik tahta menggantikan kakaknya, Dalem Bekung, pada sekitar tahun 1580 hingga 1583 Masehi, dan memerintah hingga wafatnya pada tahun 1623 atau 1665 Masehi sesuai versi naskah. Keberadaan beliau terekam jelas dalam berbagai lontar kuno yang menjadi saksi bisu kebijaksanaan dan kekuasaannya.
 
Sumber utama yang menceritakan riwayat beliau tertuang dalam Lontar Babad Dalem atau Pemancangah Dalem. Disebutkan bahwa Dalem Sagening adalah putra dari Raja besar Dalem Waturenggong, dilahirkan dari seorang ibu yang merupakan putri dari Dukuh Sagening. Sebelum menjadi raja, beliau dikenal sangat cakap dalam mengurus urusan negara dan selalu setia mendampingi serta membantu kakaknya, Dalem Bekung, dalam menghadapi berbagai gejolak, termasuk pemberontakan yang terjadi pada masa itu. Ketika Dalem Bekung dianggap tidak mampu lagi mengatasi krisis dan pemberontakan Batan Jeruk serta Kyai Pande, tampillah Dalem Sagening yang dinobatkan dengan gelar kehormatan Sri Aji Anom Segening Kepakisan.
 
Di bawah kepemimpinannya, kerajaan kembali bangkit dan sangat kuat. Beliau dikenal lebih aktif dan tegas dalam mengelola pemerintahan dibandingkan pendahulunya. Salah satu kebijakan besar yang beliau lakukan adalah menyebarkan golongan bangsawan dan ksatria keturunan Dalem ke seluruh penjuru Bali. Mereka dikelompokkan menjadi Ksatria Dalem, Ksatria Predewa, Prangakan, dan Prasanghyang, bertugas untuk menjaga keamanan dan menegakkan pemerintahan di daerah-daerah. Dalam menjalankan roda pemerintahan, beliau didukung oleh para menteri yang sangat setia, antara lain Kryan Agung Widia yang menjabat sebagai Patih, serta adiknya Kryan Di Ler Prenawa yang menjabat sebagai Demung.
 
Masa kejayaan ini semakin terasa ketika wilayah-wilayah luar kembali tunduk dan mengakui kedaulatan Gelgel. Pada kurun waktu 1625–1630 Masehi, wilayah Sasak di Lombok dan Sumbawa kembali bersumpah setia kepada Raja Gelgel, membuktikan betapa luas dan kuatnya pengaruh kekuasaan beliau saat itu.
 
Kisah kepemimpinan beliau juga diceritakan secara khusus dalam Lontar Babad Dalem Sagening. Di sana tercatat bahwa beliau adalah sosok yang berani, berwibawa, dan sangat visioner. Hubungan dengan dunia luar pun terjalin dengan sangat baik; pada tahun 1597 Masehi, beliau menerima kedatangan utusan dari Belanda bernama Cornelis de Houtman, bahkan sempat mengirimkan surat kepada Pangeran Maurits pada tahun 1601 Masehi. Namun, dengan kebijaksanaannya, pada tahun 1621 Masehi beliau melarang perdagangan dengan Belanda setelah mengetahui bahwa aktivitas tersebut disalahgunakan untuk perdagangan budak, menunjukkan betapa tegasnya beliau dalam menjaga martabat rakyatnya.
 
Dalem Sagening dikaruniai 14 orang putra yang kelak menjadi penerus dan pemimpin di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya yang sangat terkenal adalah I Dewa Anom Pemahyun yang memimpin di Sidemen, I Dewa Manggis Kuning di Gianyar, serta Kyai Barak Panji yang kelak dikenal sebagai I Gusti Panji Sakti, pendiri kekuasaan besar di Buleleng. Setelah beliau wafat, tahta kerajaan dilanjutkan oleh putranya yang bernama Dalem Di Made.
 
Hingga saat ini, penghormatan kepada leluhur besar ini tetap terjaga. Dalam Lontar Raja Purana dan Rajapurana Besakih disebutkan bahwa terdapat persemayaman suci atau Meru bertingkat lima yang didedikasikan untuk I Dewa Sagening di kompleks Pura Besakih, menjadi tempat pemujaan abadi bagi seluruh keturunannya.
 
Naskah-naskah berharga yang menceritakan kehebatan beliau masih tersimpan dengan sangat baik, antara lain di Gedong Kirtya Singaraja, di Griya Pidada Klungkung, dan di berbagai puri milik trah Kepakisan. Salinan tertua dari Babad Dalem ini bahkan telah selesai disalin sejak tahun 1741 Masehi oleh Ida Pedanda Gede Rai Pidada, menjadikan catatan sejarah ini tetap utuh dan terjaga hingga generasi sekarang.

Komentar